VersiTeks.com
Selain membaca versi teks anime dan manga, di sini kalian juga bisa membaca dan mengirim cerita karangan kalian sendiri, baik itu yang berupa cerita berseri, cerpen (oneshot), atau fanfiction.
login · register · kirim cerita · setting · kuis · chat game
home · versi teks · cerita karangan · oneshot · fanfiction · jadwal rilis


Silakan login atau register jika belum memiliki akun untuk menikmati berbagai fitur khusus di situs ini serta akses tanpa iklan-iklan yang mengganggu.
Pengguna Telegram? Coba game Kampung Maifam
Beast Warriors Chapter 47

2014-11-18 - Tatzumaru > Beast Warriors
262 views | 17 komentar | nilai: 10 (1 user)

Hari mulai siang, terlihat di puncak gunung, Ryuga, Kinousuke, dan Juno berusaha keras untuk mencapai puncak gunung tersebut..

"Kalian lamban sekali.. ayo cepat!! Kita sudah tertinggal oleh tim yang lain.." Ryuga berada di posisi paling depan.

"Sudah kau saja yang mengambil benderanya!! Kami sudah lelah, biar kami istirahat dulu disini.."

"Dasar kalian.." Ryuga kembali berlari.

"Itu dia!!" akhirnya Ryuga mencapai puncak dan langsung membawa bendera berwarna merah.

Tanpa berhenti anak itu kembali berlari menuruni gunung tersebut secepat yang ia bisa.

"Hiiyyaaaa!! Aku pasti memenangkan perlombaan ini!!" Ryuga berlari sambil mengindari pepohonan disana.

"Itu dia.." Juno bisa melihat Ryuga yang tengah berlari ke arahnya dengan sangat cepat.

"Tapi kenapa anak itu tidak memelankan lajunya?"

"Jangan-jangan.. dia berniat langsung menuju danau!!"

"Hey cepat!! Kita dalam perlombaan, bodoh!!" teriak Ryuga tanpa menurunkan kecepatan.

Jiiuuuss..

Ryuga melewati kedua anak itu, "Cepat!!"

"Aku masih cape, tapi demi perlombaan, ayo kita kejar tim yang lain!!" Kinousuke mengalirkan sugetsu pada kakinya.

"Baiklah, lagian yang kalah akan dihukum untuk menyiapkan makanan kan?" Juno juga mengaliri kaki dan tangannya dengan sugetsu.

"Ayo!!" mereka mulai melesat dengan caranya masing-masing.

Kinousuke berlari, sementara Juno, ia melompat dari pohon ke pohon dengan gerakan akrobatiknya.

Kedua anak itu lebih cepat daripada Ryuga yang hanya berlari biasa. Wuuussh!!!

"Ooi.. kalian curang!! Aku tidak bisa menggunakan sugetsu seperti kalian!! Tunggu aku!!" kini Ryuga lah yang tertinggal.

"Huh.. huh.. huh.." Ryuga sampai di tepi danau meski napasnya hampir putus.

"Ayo cepat Ryuga!!" teriak Kinousuke yang sudah berada di atas perahu sampannya.

"Tu-tunggu.." Ryuga berlari menuju perahu tersebut.

"Tunggu apa lagi? Ayo kita kayuh!" Ryuga sudah memegang kedua dayung di sisi kiri dan kanannya.

"Sedang apa kau hah!?" bentak Juno.
"Ya mendayung lah.. memang mau apa lagi?"

"Jika caramu primitif begitu, kita takkan bisa menyulul yang lain, mereka sudah jauh bodoh!"

"Memangnya perahu ini bisa jalan sendiri kalau kita tidak mendayungnya!!"

"Dasar bodoh, pakai otakmu!! Kenapa kau berbeda sekali dengan kakakmu? Dia itu pintar, tapi kau?"

"Sudah jangan banyak bicara dia itu memang bodoh, jadi kau harus menjelaskannya!" jelas Kinousuke.

"Ah.. merepotkan saja, lebih baik kau lihat saja nanti juga kau akan mengerti maksud dari ucapanku.." Juno mengumpulkan sugetsu di kedua telapak tangannya.

"Karna kau tidak bisa mengeluarkan sugetsu, biar aku dan Kinousuke saja yang melakukannya.." Juno ke belakang bagian perahu.
Darisana lelaki itu mulai memasukkan kedua tangannya kedalam air.

"Apa yang dilakukannya?" Ryuga benar-benar tak tahu apa yang akan dilakukan oleh teman satu timnya tersebut.

"Berpeganganlah pada sesuatu!"

Beast Warriors Chapter 47 - Perlombaan
Penulis : Tatzumaru

Kinousuke mengalirkan sugetsu di kaki agar dirinya tak terjatuh meski tanpa berpegangan sekalipun. Namun Ryuga tak mendengarkan ucapan temannya itu, ia malah berdiri di bagian depan perahu tanpa berpegangan pada apapun..

"Hey, aku bilang kau harus pegangan pada sesuatu!" teriak Juno.

"Sudahlah, jalankan saja perahunya.." Ryuga tak peduli.

"Baiklah, jangan salahkan aku!"

"Hey Ryuga, sebaiknya kau pegangan karena perahu ini akan melesat sangat cepat!" jelas Kinousuke.

"Sudahlah, kalian jangan bany.. aaahh.." belum selesai bicara anak itu sudah terjungkal lebih dulu ke belakang.

Untung Kinousuke menggunakan tali sugetsu untuk menjerat Ryuga yang hampir jatuh ke air. "Sudah kubilang, kan!?"

Perahu itu melaju dengan kecepatan tinggi, sampai-sampai bagian depan perahu itu terangkat hingga 30 derajat.

"Dasar kau, kalau mau melaju bilang-bilang donk, aku belum siap!!"

"Berisik kau!! Kau hanya bisa ngeles.."
"Kau perhatikan tandanya saja!" lanjutnya.

"Uh.. dasar pemarah!!"

Di sisi Hayate, tim mereka telah sampai di darat lebih dulu..

"Kita hanya tinggal melewati tebing itu kan?" Sizuha bertanya.

"Yah, setelah melewati tebing itu kita akan menang.." Tatsuya benar-benar yakin.

"Rute mana yang akan kita ambil?" Sizuha bertanya.

"Lebih baik kita lewat dinding tebing itu!! sebab aku tak yakin dengan jembatan tali ini, kelihatannya sudah rapuh dan tua.." ucap Hayate.

"Aku juga berpikiran seperti itu.." sambung Tatsuya.

"Kalau begitu sebaiknya kita menggunakan tali ini agar lebih aman.."

Mereka menggunakan seutas tali untuk menghubungkan satu sama lain agar lebih aman jika terjadi hal-hal yang tidak di inginkan.
Tatsuya berada paling depan, Hayate di tengah, dan Sizuha paling belakang.

"Berhati-hatilah melangkah!" Tatsuya mulai melangkahkan kakinya di jalan setapak yang berada di dinding tebing curam itu.
Mereka mulai bergerak perlahan.

"Perhatikan langkah kalian!" Tatsuya memperingatkan.

"Ini tinggi sekali.." gadis itu mulai kehilangan keseimbangan.

Sizuha berpegangan pada dinding-dinding di sampingnya. "Aku mulai merasa pusing.."

"Jangan lihat kebawah, Sizuha!" teriak Hayate yang mencemaskan kekasihnya itu.

Bersamaan dengan itu mereka melihat tim Ryuga tengah menyebrangi jembatan tali disana, "Itu tim 3, mereka telah sampai disini!"

Dan di belakang tim 3, terlihat tim 1 tengah mencoba mengejar tim 3 di jembatan yang panjang tersebut.

"Lihat, mereka telah sampai di tempat ini.. sebaiknya kita percepat pergerakan kita!" ucap Tatsuya.

Tim 2 pun mulai mempercepat perjalanan mereka, tapi tanah yang menjadi pijakan Sizuha tiba-tiba saja longsor, lalu gadis itu pun terperosok ke jurang..

"Kyaaahh!!" namun untungnya tali di tubuhnya menahan perempuan itu.
Sizuha tergantung hanya dengan tali usang yang menahan tubuhnya agar tak jatuh ke jurang.

"Sizuha!! Aku akan menyelamatkanmu, kau jangan banyak bergerak!" Hayate mulai menarik tali di tubuhnya yang terhubung pada wanita itu.

"Cepatlah, kalian sangat berat!" Tatsuya menahan talinya agar kedua anggota timnya tak terjatuh ke dasar jurang.

"Sedikit lagi aku bisa meraihmu!!" teriak Hayate.

Namun tanpa diduga tali Sizuha putus akibat gesekan yang tercipta saat Hayate mencoba menarik tali tersebut..

"Sizuha!!!"

Hayate tak membiarkan hal itu, ia langsung melompat untuk meraih kekasihnya tersebut. "Aku tidak akan membiarkanmu jatuh.." anak itu terjun bebas.

"Sial, apa yang dilakukannya?" Tatsuya berusaha meraih batu di depannya. Tap.

Tatsuya mulai tertarik oleh tali yang terhubung pada Hayate. Ia berusaha berpegangan pada batu itu sekuat tenaganya.

Ternyata Hayate mampu meraih tangan Sizuha, kini anak itu tergantung oleh seutas tali di perutnya sambil memegang erat tangan perempuan yang dicintainya.

"K-kau menyelamatkanku.." Sizuha terlihat sangat ketakutan.

"Gah.." tangan Hayate mulai terasa sakit akibat saat menolong seorang ibu yang mencoba untuk bunuh diri waktu itu.

Hayate menahan sakit di tangannya, "Meski tanganku patah, aku akan tetap menyelamatkanmu!! Aku takkan melepaskanmu.." teriaknya dalam hati.

Grekk!!!

"Oakh!! Tanganku terasa mau lepas.." pekiknya dalam hati.

Keringat mulai mengucur akibat rasa sakit yang dirasakannya, namun anak itu tetap memegang erat gadis itu, meski tulangnya telah bergeser.

"Hayate-kun.." kali ini Sizuha lebih tenang.
"..." Hayate hanya memandang wajah gadis itu yang juga terlihat lebih tenang dari sebelumnya.

Wanita itu mulai tersenyum, seolah-olah mengatakan sesuatu pada kekasihnya tersebut.

Melihat senyum itu, wajah lelaki tersebut berubah, terlihat sangat terkejut bercampur syok. Hayate mengerti arti dari senyuman luka yang diberikan oleh perempuan di hadapannya itu.

"Jangan lakukan hal bodoh itu.. jika kaulakukan itu, aku tidak akan memaafkanmu.."

"Tatsuya!! Tarik talinya!!! Tarik talinya!!!" Hayate berteriak seperti orang gila.

Bahu anak itu mulai berdarah, membekas di lengan bajunya. Namun entah karena panik atau memang sudah tak merasakannya, Hayate masih sibuk berteriak pada Tatsuya agar menarik mereka ke permukaan.

Sizuha menyadari luka di bahu lelaki itu, wanita tersebut tak tega melihatnya, lalu ia mencoba memberitahukan sesuatu pada kekasihnya itu.

"Hayate-kun.." panggilnya.

"Kau tenang saja, Tatsuya sedang menarik talinya, jadi kau jangan khawatir.."

"Tatsuya!! Cepat tarik!! Cepat!!" teriaknya.

"Dengarkan aku Hayate-kun!!" ucap Sizuha.

Hayate terdiam, kini matanya mulai memandang gadis itu tanpa bicara..

Darah dari luka di bahu lelaki itu mulai menetes ke tangan Sizuha.

"Terima kasih kau telah memberikan kenangan-kenangan indah di hidupku.. terima kasih kau telah menyayangiku selama ini.. terima kasih kau telah memberi arti yang berbeda kedalam hidupku.." perempuan itu mulai tersenyum kembali.

"Lepaskanlah.. lepaskan.. sudah cukup aku terbang menggunakan sayapku, kini aku akan memberimu kesempatan untuk terbang bebas.."

"Jangan, jangan lakukan ini padaku.. aku tak bisa terbang jika kau tak ada di sisiku lagi.."

Sizuha mulai melepaskan pegangannya, namun Hayate masih mencengkeram tangan wanita itu dengan erat..

"Lepaskanlah aku.. biarkan aku terbang ke tempatku, kembali ke sangkar.. aku sudah cukup dan puas terbang bebas bersamamu.."

Tangan anak itu mulai licin akibat darah yang terus mengalir dari bahunya hingga pegangan mereka mulai terlepas.

"Tidaaaakkk!!!" teriaknya.

"Selamat tinggal, Hayate.." wanita itu mulai memejamkan matanya.

Hayate masih tak percaya dengan kejadian itu, ia terlihat sangat syok hingga tak mampu mengatakan apapun. Lelaki tersebut hanya diam membisu dengan tubuh tergantung..

Di sisi Tatsuya, anak itu merasa kalau tali yang ditariknya terasa lebih ringan..

"Kenapa bebannya menjadi ringan?" pikir bingungnya masih terus berusaha menarik anggota satu timnya.

Kembali ke Hayate..

Kenangan-kenangan saat bersama wanita yang dicintainya itu mulai terulang kembali, melintas di benaknya.

Hayate merogoh saku celananya, anak itu mengambil sebuah pisau lipat, ia berpikir untuk memotong talinya.

Satt!! Tali itu benar-benar dipotongnya.

"Anak itu memotong talinya.." Tatsuya terkejut.

"Hayate!!"

Hayate meluncur sangat cepat di udara, anak itu benar-benar terjun bebas dengan posisi kepala di bawah..

Sekilas terlintas bayangan wajah Sizuha di depan matanya, "Aku tidak akan membiarkanmu sendirian.." Hayate mulai memejamkan matanya bersamaan dengan itu bayangan wajah gadis tersebut pun hilang tertiup angin.

"Tunggulah aku.."

Scene perlahan menjadi putih..

Bersambung ke Beast Warriors Chapter 48

METABEE
2016-09-13 21:33:55
Estafet lagi
ThE LaSt EnD
2016-08-24 06:29:57
ku beri nilai 10 dan kutinggalkan jejak renungan "Mayat".
Aerilyn Shilaexs
2016-08-15 20:47:17
sudah kuduga, pasti sad ending
Kecebong Anyut
2016-02-25 21:20:49
Wow... Menakjubkan, tak.ada yg menghalangi walaupun itu kematian.
zimaro
2014-12-14 09:58:42
Missy numpang lewat
Elank hunter
2014-11-24 09:19:31
Keren critax maz bro..
Rio D.Roy
2014-11-19 11:21:05
Beast warriors memang keren. .
Frost Pell
2014-11-18 11:33:22
Wah... makin seru aja nih
Diki Brown
2014-11-18 10:32:08
Tapi ceritanya menyentuh banget. Wow..
Diki Brown
2014-11-18 10:27:33
Jujur ya master, sy masih mengira kalo mereka itu masih bocah. Kekasih? Brrrr...
Baca Semua Komentar dan Balasan
daftar user · online · daftar penulis
halaman awal · group facebook