VersiTeks.com
Selain membaca versi teks anime dan manga, di sini kalian juga bisa membaca dan mengirim cerita karangan kalian sendiri, baik itu yang berupa cerita berseri, cerpen (oneshot), atau fanfiction.
login · register · kirim cerita · setting · kuis
home · versi teks · cerita karangan · oneshot · fanfiction · jadwal rilis


Silakan login atau register jika belum memiliki akun untuk menikmati berbagai fitur khusus di situs ini serta akses tanpa iklan-iklan yang mengganggu.
Pengguna Telegram? Mainkan Game KampungMaifam
One Piece Chapter 851

2016-12-29 - One Piece

Like Halaman Facebook Versi Teks dan Cerita Karangan
untuk membaca versi teks dan update cerita karangan di Facebook

Tes pengetahuan kamu seputar One Piece dan Anime/Manga lainnya dengan mengikuti Kuis Anime dan Manga

Baca Online Komik One Piece Chapter 851 Bahasa Indonesia

AIR HUJAN masih mengalir deras di Whole Cake Island, ditemani bunyi petir yang terus menggelegar. Namun tak ada yang lebih menusuk hati Sanji selain suara yang ia dengar dari balik dinding tempatnya berdiri sekarang. Suara merdu calon istrinya.

"Ahahaha!! Besok keenam anggota Keluarga Vinsmoke akan terbunuh!! Tempat pernikahan akan dilumuri dengan darah... Tapi hati-hati saat kalian mati nanti, ya? Jangan sampai kue pernikahannya jadi kotor..."

One Piece Chapter 851 - Versi Teks dan Cerita Karangan
Pudding masih berdiri di depan Reiju, yang terikat kuat dan tak bisa berbuat apa-apa.

One Piece Chapter 851 - Rokok Basah
Penulis : Admin

Pudding memegang sebuah pistol, memperlihatkan kemampuannya dengan menembak dinding tempat Sanji berada. Kuat sekali, tembakannya sampai menembus hancur objek yang dikenainya. Tembakan itu bersarang hanya beberapa meter di samping kiri Sanji, namun lelaki yang akan menikah besok itu terlihat sama sekali tak peduli.

Sanji masih menengadahkan kepalanya ke atas, dengan tatapan suram memandangi titik-titik hujan yang berjatuhan menyamarkan air matanya.

One Piece Chapter 851 - Versi Teks dan Cerita Karangan
"Ini adalah pistol percussion lock dengan peluru kaliber 36, Candy Jacket.." jelas Pudding membanggakan pistolnya. "Pistol ini bisa menembus segala macam perisai!! Hebat sekali, bukan??"

Reiju cuek saja mendengarnya, sementara Pudding terus mengoceh. "Pistol ini bahkan bisa melukai tubuh bajamu itu!! Fufufu... Aku jadi tak sabar menunggu hari esok, seperti apa ya ekspresi wajahnya nanti??"

One Piece Chapter 851 - Versi Teks dan Cerita Karangan
"Pasti akan jadi menyenangkan!! Hahaha!!" Nitro si lendir bertopi tertawa puas.
"Laki-laki itu percaya kalau Pudding sudah jatuh cinta padanya!! Hahaha!!" Rabian si karpet terbang ikut tertawa.

One Piece Chapter 851 - Versi Teks dan Cerita Karangan
"Mungkin ekspresi wajahnya akan jadi seperti ini..."

Pudding lalu mulai memperlihatkan ekspresi-ekspresi menggelikan.
"Gyahahaa!! Pasti begitu!!" Rabian dan Nitro tertawa terbahak-bahak.

"Mungkin juga seperti ini... Pudding... chaan..."

"Gyahahaha!!!!" tawa dua mahkluk itu semakin kencang.

One Piece Chapter 851 - Versi Teks dan Cerita Karangan
"Hei, kenapa kau tidak mengatakan apa-apa?? Dia itu adikmu, kan?? Apa kau mau tahu apa yang dia katakan saat melamarku?? Inilah bagian terbaiknya!! Dia benar-benar melamarku sambil melepas masker yang menutupi wajah jeleknya!!"

Kenangan yang sangat bodoh untuk Sanji ingat-ingat. Karangan bunga dan bekal makanan di tangan Sanji telah jatuh di atas rumput. Sanji berusaha untuk menghidupkan rokok di mulutnya tetapi tidak bisa. Hujan terlalu deras.

One Piece Chapter 851 - Versi Teks dan Cerita Karangan
"Saat melamarku, dia memelukku dengan erat sambil bilang begini... Kamu adalah satu-satunya penyelamatku, mari kita menikah!!"

Pudding bicara dengan pipi bengkak menirukan Sanji, yang tentu saja membuat Nitro dan si karpet terbang tertawa semakin puas.

Lagi-lagi Reiju hanya bisa terdiam.

One Piece Chapter 851 - Versi Teks dan Cerita Karangan
"Bisakah kau membayangkan ada orang yang melamar seperti itu!? Hahaha!! Tidak masuk akal, kenapa juga aku harus menikahi pecundang seperti dia!?"

Sanji berusaha untuk menghidupkan rokoknya lagi, tapi tetap tidak bisa. Tentu ia tahu kalau api tak akan bisa hidup di bawah guyuran hujan, Sanji pasti tahu hal itu. Tapi apa lagi yang bisa dilakukannya?

Sanji bahkan sudah tak kuat untuk menatap ke ketinggian langit. Kepalanya kini tertunduk, membiarkan air di matanya menetes dengan lebih mudah.

One Piece Chapter 851 - Versi Teks dan Cerita Karangan
Di ruang harta, Brook yang kelihatannya baru saja menerima serangan dari Big Mom berusaha untuk bangkit kembali.

Big Mom tertawa, "Kenapa kau masih saja berdiri, Soul King!? Apa kau jauh lebih menginginkan batu itu dibanding merebut kembali Sanji??"

"Sanji adalah lelaki yang baik, jadi kupikir demi kami dia tak akan pernah kembali lagi.." ucap Brook. "Aku tak tahu jebakan seperti apa yang sudah kau ciptakan untuknya, tapi Sanji tak akan pernah berhenti sekalinya ia memutuskan untuk berkorban demi seseorang!!"

One Piece Chapter 851 - Versi Teks dan Cerita Karangan
"Di sisi lain," ucap Brook lagi, "kapten kami adalah lelaki yang terus mengikuti tujuannya!! Jadi masalah itu biar mereka berdua saja yang menyelesaikannya...!!"

"Begitu ya... Jadi kau merasa tak ada kaitannya dengan itu makanya mengincar batuku..."

"Tidak juga!! Meski kemungkinan terburuknya, Sanji benar-benar tidak kembali, dengan mendapatkan Road Poneglyph, kami bisa memperoleh harta yang berharga di sini, dan Sanji tak akan menyalahkan dirinya sendiri!!"

"Kemungkinan terburuk katamu?? Apa kalian pikir kalian berdua tidak akan mati, hah!?"

Brook membalas, "Orang bodoh mana yang berencana untuk mati, Nona Muda!?"

One Piece Chapter 851 - Versi Teks dan Cerita Karangan
Di dunia cermin, Brulee tertawa terbahak-bahak. "Haaaa!!! Hentikan!!! Wiih wiih fiih!! Hentikan!!!"

Carrot mengelitikinya. "Jangan mengelitikiku!! Aku akan mengatakannya!! Haaahh!!"

"Baik, hentikan, Carrot.." ucap Chopper.
"Cepat jawab, kastilnya ada di mana!?"

One Piece Chapter 851 - Versi Teks dan Cerita Karangan
"Kau... awas kalian nanti ya..." Brulee kesal tapi pada akhirnya ia memberi petunjuk. "Aku tidak tahu cermin yang mana, tapi kalian bisa langsung bertanya pada para cermin!!"

"Bertanya??"

"Para cermin tahu apa yang tercermin pada mereka!!"

One Piece Chapter 851 - Versi Teks dan Cerita Karangan
Carrot dan Chopper pun berteriak, "Hooooi Cermin-Cermin!! Di mana cermin yang menuju ke kastil...!?"

Cermin-cermin menyahut..
"Hai...!!"
"Itu aku...!!"
"Aku juga...!!"

"Akulah cermin di lemari Garetto-sama!!"
"Aku cermin kecil di ruang tamu lantai 2!!"
"Aku cermin di toilet wanita lantai 4!!"

One Piece Chapter 851 - Versi Teks dan Cerita Karangan
Chopper lalu bertanya lagi, "Adakah cermin yang menuju Luffy, Nami, Brook, Pedro, atau Sanji!? Kami mencari mereka!!"

"Siapa??"
"Wajahnya seperti apa??"
"Sanji-sama sudah lewat tadi..."

"Serahkan padaku, Kachopper!!" Carrot menyiapkan pena dan kerta, "Aku pandai menggambar wajah!!"

One Piece Chapter 851 - Versi Teks dan Cerita Karangan
Sanji masih tertunduk, di bawah hujan, di antara karangan bunga dan bekal makanan yang tergetak di samping kakinya.

"Baiklah, kakak yang manis..." Pudding berkata pada Reiju.

One Piece Chapter 851 - Versi Teks dan Cerita Karangan
Pudding melakukan sesuatu yang tak terduga. Pudding menyiapkan tangan kanannya, menggunakan kemampuan khusus yang dimilikinya untuk mengambil sesuatu dari kepala Reiju.

"Aku akan berada dalam masalah kalau kau mati sekarang, apalagi kalau kau sampai mengungkap identitasku pada mereka..."

"!?" Reiju kaget, Pudding mampu mengambil ingatan dari kepala seseorang. Reiju menjerit saat ingatannya ditarik keluar begitu saja.

One Piece Chapter 851 - Versi Teks dan Cerita Karangan
"Ini adalah kekuatan Memo Memo no Mi!!" jelas Pudding. "Semua orang memiliki kenangan yang direkam dalam kepala mereka seperti film. Kau juga pasti mempunyai kenangan yang menyakitkan dan membuat frustrasi, kan??"

Dan Reiju menjadi tidak sadarkan diri.

One Piece Chapter 851 - Versi Teks dan Cerita Karangan
"Sekarang aku akan mengubah ingatanmu yang tertembak olehku... "
Pudding lalu menggunakan guntung untuk memotong ingatan Reiju tentangnya.

"Tinggl edit, selesai... Fufufu!! Semua kenanganmu bersamaku telah kupotong!! Mari kita bersenang-senang pada upacara pernikahan besok!! Panggil prajurit, bawa dia ke dokter..."

Di luar kini hanya terlihat karangan bunga yang bersandar di pinggir tembok, Sanji dan bekal makanan yang dibawanya telah pergi menghilang.

One Piece Chapter 851 - Versi Teks dan Cerita Karangan
Di Perpustakaan Tahanan, Luffy masih terus melanjutkan aksi gilanya untuk memutus kedua tangannya. Nami jadi semakin menjerit ketakutan, "Gyaaa!! Hentikan, Luffy!! Darahmu banyak mengenaiku!!"

"Uuuh!! Sedikit lagi!!!"

Charlotte Opera yang sejak tadi duduk mengawasi sampai mendekat, "Jangan memaksakan diri..." ucapnya.
One Piece Chapter 851 - Versi Teks dan Cerita Karangan

Opera lalu menanyai Nami, "Hei perempuan, Mama memintaku untuk menanyaimu mengenai keberadaan Lola, jadi cepat katakan!!"

"Untuk apa juga aku menghianati sahabatku!?" Nami membentak.
"Baiklah, kalau begitu aku akan menyiksamu..."

"Jangan bicara seenaknya!!" bentak Nami.

One Piece Chapter 851 - Versi Teks dan Cerita Karangan
"Baiklah, aku akan menembakmu dalam lima detik, kalau mau bicara cepatlah katakan..." Opera bersiap untuk menembak Nami dengan panah crossbow.

"H-Hei!? Apa yang kau lakukan!? Kalau begitu aku akan mati!!"
"Makanya cepat katakan!!"

"Kau tak perlu khawatir, Nami!! Dalam lima detik tanganku sudah akan putus, aku tak akan membiarkannya membunuhmu!!"

"Eeeeh!?" Nami malah lebih menghawatirkan tangan Luffy.

One Piece Chapter 851 - Versi Teks dan Cerita Karangan
"Aku tidak mau mati!! Tapi juga tidak mau tanganmu putus, pokoknya jangan!!"
"Jangan egois!!" bentak Luffy dan Opera barengan.

Seseorang kemudian datang...
"Hei, apa ada orang di sini??"

One Piece Chapter 851 - Versi Teks dan Cerita Karangan
"Aa.." Opera kaget. "Hei, hei, kau di larang memasuki tempat ini..."
"Banyak kekacauan di mana-mana, maafkan aku, Opera..." orang itu lalu bersiap, "Go Senmaigawara... Seiken!!!"

Baaaaaammm!!! Orang itu menghantam Opera dengan karate manusia ikan, Jinbe.

One Piece Chapter 851 - Versi Teks dan Cerita Karangan
Luffy, Nami, mereka semua kaget...
Termasuk Opera...

"Jin... Be..." Opera langsung pingsan oleh tinju Jinbe.

"Jinbe!! Kenapa kau bisa ada di sini!?"

"Hei Luffy, Nami... Kudengar kalian tertangkap, tapi syukurlah kalian tidak kenapa-kenapa. Bicaranya nanti saja, pertama-tama apa kalian mau keluar dari tempat ini??"

"Mauuuu!!!!"
One Piece Chapter 851 - Versi Teks dan Cerita Karangan

Halaman : 1 2
Baca juga: Tentang Kejahatan yang Dilakukan Zunisha

Nugroho Hamisetiadi
2017-01-05 21:17:38
Hajar mereka Luffy !!
Kuroko
2017-01-05 12:38:00
852 kpan min?
Ludfy N
2017-01-02 20:56:15
Hati sanji remuk!
Bee Zero
2017-01-02 05:31:10
jd itu df nya pudding. . big mom ngmbil umur,,ini ngmbil ingatan !! hhh ayo luffy mengamuklah !!!
mulya
2017-01-01 19:59:33
mantap ayo jinbe jadilah kru mugiwara
Phantom Alicia
2016-12-31 17:15:24
Berapa umur yg terpotong?
Ocho Una
2016-12-30 23:52:52
Akhirnya Jinbe muncul. Jadi penasaran dengan hasil taruhan roulette Big Mom?
Baidi Mondoko
2016-12-30 21:38:49
bos jimbie
Cloud Xiicorss
2016-12-30 21:34:43
Wahh jinbe muncull...lnjut min
Kira Tanha999
2016-12-30 17:53:35
OPM min kapan rilis
Baca Semua Komentar dan Balasan
daftar user · online · daftar penulis
halaman awal · group facebook